HIMBAUAN – JAKARTA, KOMPAS.TV – Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan perdebatan mengenai gol-gol terindah yang layak menyabet gelar Puskas Award 2025. Kali ini, sorotan datang dari media olahraga terkemuka Inggris, Planet Football, yang belum lama ini merilis daftar peringkat 11 gol nomine Puskas Award 2025 berdasarkan penilaian internal mereka. Menariknya, di antara deretan gol-gol spektakuler dari berbagai belahan dunia, terdapat nama bek tangguh sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho Ramadhani.
Gol jarak jauh yang dicetak oleh Rizky Ridho Ramadhani itu berhasil menembus daftar prestisius tersebut, meskipun dalam peringkat internal Planet Football, ia ditempatkan di posisi ke-10. Sebuah capaian awal yang patut dibanggakan bagi sepak bola Indonesia. Gol tersebut, yang tercipta dalam laga Liga 1 pada 9 Maret 2025, merupakan sebuah tembakan jarak jauh memukau yang berhasil mengejutkan kiper Arema FC.
Dalam ulasan yang ditulis oleh jurnalis Nestor Watach di Planet Football, gol Rizky Ridho memang diakui memiliki daya tarik tersendiri. Namun, media Inggris tersebut secara blak-blakan mempertanyakan tingkat keistimewaan gol tersebut jika dibandingkan dengan nomine lainnya. Mereka melontarkan pertanyaan retoris yang menggugah, “Ya, itu bagus. Tapi apakah ini salah satu dari 11 gol terbaik tahun ini? Benarkah?” Sebuah pertanyaan yang menyiratkan standar evaluasi mereka yang sangat tinggi.
Pandangan kritis Planet Football ini tidak berhenti di situ. Mereka juga menyoroti bahwa publik sepak bola global kini sudah terlalu sering menyaksikan gol-gol jarak jauh yang memanfaatkan posisi kiper yang terlalu maju. Fenomena semacam itu, menurut mereka, sudah menjadi pemandangan yang lazim dan bahkan cenderung membosankan. “Boleh dibilang kami manja, tapi kami sudah jadi agak mati rasa melihat upaya jarak jauh mengejutkan kiper yang salah posisi. Membosankan,” demikian kutipan bernada sarkastis dari media tersebut. Penilaian ini secara jelas menunjukkan preferensi media Inggris terhadap gol-gol yang benar-benar luar biasa dan tidak biasa.
Dalam konteks penilaian tersebut, gol Rizky Ridho yang lahir dari skema serangan balik cepat dan diselesaikan dengan tendangan jarak jauh yang akurat, dinilai belum cukup unik atau istimewa untuk bersaing di papan atas versi Planet Football. Mereka tampaknya memiliki preferensi kuat terhadap gol-gol yang melibatkan teknik akrobatik tingkat tinggi, tendangan voli sempurna yang tak terduga, atau aksi individu yang menunjukkan kualitas “mustahil diulang” oleh pemain lain. Gol-gol yang benar-benar mematahkan ekspektasi dan menunjukkan kreativitas serta keterampilan di atas rata-rata menjadi kriteria utama mereka.
Bukan hanya gol Rizky Ridho yang mendapatkan kritik tajam dari Planet Football. Gol Lamine Yamal ke gawang Espanyol, misalnya, hanya ditempatkan di peringkat ke-9 dalam daftar mereka. Menurut media tersebut, gol yang dicetak bintang muda Barcelona itu bukanlah yang terbaik dari sang pemain, bahkan mereka menyandingkannya dengan legenda Belanda, Arjen Robben. “Arjen Robben mencetak sekitar 50 gol sebagus ini. Kami bahkan tidak yakin apakah itu gol terbaik Yamal di tahun 2025,” tulis Planet Football, kembali menegaskan betapa tingginya standar yang mereka terapkan. Sementara itu, gol tendangan bebas spektakuler Declan Rice saat membela Arsenal ke gawang Real Madrid, berhasil menempati peringkat ke-5 dalam penilaian mereka.
Di puncak daftar Planet Football, sebagai gol yang dianggap paling layak meraih Puskas Award 2025, adalah gol yang dicetak oleh pemain Atlas FC, Carlos Orrantia. Pilihan ini semakin mempertegas kriteria media Inggris yang condong pada gol-gol dengan tingkat kesulitan teknis atau keindahan visual yang luar biasa.
Terlepas dari peringkat yang diberikan oleh media Inggris, masuknya nama Rizky Ridho dalam daftar nominasi Puskas Award 2025 tetap merupakan sebuah prestasi yang sangat besar dan membanggakan. Ini merupakan pengakuan global atas bakat dan kualitas Rizky Ridho sebagai pesepak bola. Ia menjadi satu-satunya pemain dari Asia Tenggara yang berhasil masuk dalam daftar nomine tahun ini, sebuah pencapaian yang menandai kemajuan sepak bola regional. Yang lebih penting lagi, gol Rizky Ridho dipilih secara langsung oleh FIFA dari ratusan, bahkan ribuan, kandidat gol-gol indah dari seluruh penjuru dunia.
Penting untuk diingat bahwa peringkat dari Planet Football hanyalah sebuah sudut pandang editorial, bukan penentu mutlak pemenang. Mekanisme penentuan pemenang Puskas Award jauh lebih komprehensif. Pemenang penghargaan ini ditentukan melalui kombinasi 50 persen suara publik yang dilakukan melalui voting daring, dan 50 persen penilaian dari panel ahli yang terdiri dari FIFA Legends, para legenda sepak bola dunia.
Ini berarti, dukungan kuat dari para suporter, khususnya dari Indonesia dan Asia Tenggara, masih memainkan peran yang sangat krusial dalam menentukan siapa yang pada akhirnya akan berdiri di podium penghargaan Puskas Award tahun ini. Terlepas dari pandangan kritis media Inggris, peluang Rizky Ridho tetap terbuka lebar dan sangat kompetitif, selama gelombang dukungan dari publik terus mengalir deras untuk gol spektakuler Rizky Ridho ini.
Sumber: Kompas.TV


