HIMBAUAN – Penyerang Persib Bandung, Ramon Tanque, mengungkapkan bahwa perjalanan adaptasinya di kancah sepak bola Indonesia pada awalnya sama sekali tidak mudah, sebuah pengakuan yang menyoroti kompleksitas transisi bagi pesepak bola profesional dari liga yang berbeda.
Ramon Tanque tiba di Bandung dengan ekspektasi tinggi, diproyeksikan sebagai salah satu pilar utama di lini serang Maung Bandung untuk mengarungi sengitnya kompetisi Super League 2025/2026 serta tantangan berat di AFC Champions League 2 (ACL 2). Harapan besar ini tak lepas dari reputasinya sebagai penyerang yang diharapkan mampu menjadi mesin gol atau setidaknya kreator peluang krusial bagi tim kebanggaan Bobotoh. Namun, realitas lapangan berbicara lain di awal kedatangannya. Dari enam pertandingan yang ia lakoni di liga, kontribusinya tercatat hanya satu asis, sebuah statistik yang jauh dari harapan para pendukung dan manajemen tim.
Performa awal Ramon Tanque yang belum maksimal ini sempat memicu pertanyaan di kalangan penggemar. Mengingat latar belakangnya yang datang dari Liga Kamboja, sebagian mungkin mengira adaptasi akan berjalan lebih mulus. Namun, perbedaan intensitas, kecepatan, dan tuntutan taktik di liga sepak bola Indonesia terbukti menjadi tantangan signifikan yang tidak bisa diremehkan. Liga Indonesia dikenal dengan gaya permainannya yang mengandalkan fisik dan kecepatan, serta kedalaman taktik yang semakin berkembang, membutuhkan waktu bagi pemain asing untuk menyatu sepenuhnya dengan ritme dan karakter kompetisi.
Kendati demikian, dalam beberapa pertandingan terakhir, angin segar mulai berembus di kubu Persib. Ramon Tanque secara bertahap menunjukkan peningkatan performa yang menjanjikan. Ia mulai tampak lebih solid di lapangan, pergerakannya semakin efektif, dan kolaborasinya dengan rekan setim mulai menemukan harmoni. Perkembangan positif ini membuka peluang besar baginya untuk memberikan kontribusi maksimal, tidak hanya dalam hal gol dan asis, tetapi juga dalam membangun serangan dan menjaga stabilitas lini depan tim. Penampilan yang kian membaik ini seolah menjadi sinyal bahwa proses adaptasinya mulai membuahkan hasil, dan ia siap menjadi aset berharga bagi ambisi besar Persib.
Mengenai proses adaptasinya, Ramon Tanque menjelaskan bahwa sambutan hangat yang ia terima sejak pertama tiba di Indonesia menjadi faktor penting. Suasana kekeluargaan dan dukungan penuh dari rekan-rekan setimnya membantu dirinya merasa nyaman dan diterima. Ini menjadi sarana vital untuk membangun chemistry, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga di luar lapangan. Kebersamaan dan dukungan ini sangat krusial dalam membentuk tim yang solid, terutama mengingat ambisi besar mereka untuk kembali mengejar trofi ketiga secara beruntun, sebuah target yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi maksimal dari seluruh elemen tim.
“Rekan-rekan setim saya semuanya orang baik, teman yang menyenangkan. Kami bekerja bersama agar semua orang bisa memberikan yang terbaik, bersama dengan staf pelatih,” ungkap Ramon Tanque, menggambarkan ikatan emosional dan profesional yang terjalin erat di dalam skuad Maung Bandung. Penuturan ini, seperti dilansir BolaSport.com dari laman Tribun Jabar, memperlihatkan betapa pentingnya lingkungan tim yang positif dalam membantu seorang pemain asing beradaptasi dan berkembang. Kehangatan ini bukan hanya sekadar basa-basi, melainkan fondasi kokoh untuk mencapai tujuan bersama.
Pemain berpaspor Brasil ini juga mengakui bahwa adaptasi memang membutuhkan waktu, sebuah proses alami yang harus dilalui oleh setiap pemain yang berkiprah di liga baru. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan diri dengan sistem taktik yang diusung oleh pelatih kepala, Bojan Hodak. Setiap pelatih memiliki filosofi dan gaya bermainnya sendiri, dan bagi seorang pemain baru, memahami serta mengaplikasikan instruksi tersebut di lapangan memerlukan pembelajaran dan penyesuaian yang berkelanjutan. Meskipun belum berhasil menyumbangkan gol, perkembangan pesat yang ia tunjukkan dari segi pemahaman taktik dan interaksi dengan tim sudah sangat terlihat.
“Di sini saya sedikit mengalami kesulitan. Karena harus beradaptasi dengan sistem taktik pelatih dan gaya bermain tim. Tapi sekarang, saya sudah merasa lebih baik, dan kepercayaan diri juga meningkat,” jelasnya, memberikan gambaran jujur tentang perjuangan internal yang ia hadapi. Pengakuan ini menunjukkan profesionalisme dan kemauan kerasnya untuk terus belajar dan memperbaiki diri demi kemajuan tim. Peningkatan rasa percaya diri ini merupakan indikator penting bahwa ia telah mulai menemukan kenyamanan dan ritme permainannya yang sebenarnya, siap untuk memberikan kontribusi yang lebih besar di masa mendatang.
Selain dukungan dari rekan setim dan staf pelatih, Ramon Tanque juga secara khusus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Bobotoh, suporter setia Persib Bandung. Menurutnya, dukungan tanpa henti dari para penggemar bukan hanya sekadar sorakan di stadion, melainkan tambahan motivasi yang sangat besar bagi dirinya dan seluruh tim untuk terus tampil maksimal di setiap pertandingan. Atmosfer yang diciptakan oleh Bobotoh di stadion, dengan semangat dan gairah yang membara, seringkali menjadi dorongan ekstra yang mampu membangkitkan performa para pemain di lapangan.
Ia optimistis dengan skuad yang ada saat ini, Maung Bandung memiliki potensi besar untuk meraih prestasi yang membanggakan, termasuk mewujudkan ambisi meraih trofi ketiga secara beruntun. Keyakinan ini diperkuat oleh kualitas individu setiap pemain, kekompakan tim, serta bimbingan dari staf pelatih yang mumpuni. “Mereka (Bobotoh) selalu mendukung tim, dan saya berharap dukungan itu terus berlanjut. Kami akan terus berjuang untuk mencapai tujuan kami,” pungkas Ramon Tanque, menegaskan komitmennya dan seluruh tim untuk membalas kepercayaan serta dukungan tak terbatas dari para penggemar setia. Perjalanan Ramon Tanque di Persib Bandung mungkin dimulai dengan tantangan, namun kini ia siap untuk mengukir cerita sukses bersama Maung Bandung.
Sumber: BolaSport.com dari Tribun Jabar


