Ekonomi
Beranda / Ekonomi / IHSG Koreksi, Volume Transaksi Harian Naik 99%!

IHSG Koreksi, Volume Transaksi Harian Naik 99%!

HIMBAUANPekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 10 hingga 14 November 2025 ditutup dengan dinamika yang menarik. Meskipun secara keseluruhan data perdagangan saham mayoritas menunjukkan tren positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru harus mencatatkan koreksi tipis. Di sisi lain, vitalitas pasar justru terpancar dari lonjakan signifikan pada aktivitas transaksi harian, sebuah indikasi optimisme yang patut dicermati.

Koreksi pada IHSG ini menjadi sorotan utama. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (15/11/2025), menjelaskan detail penurunan indeks acuan tersebut. “Perubahan terjadi pada IHSG, yaitu sebesar 0,29 persen dengan ditutup pada level 8.370,436 dari posisi 8.394,590 pada pekan lalu,” ujar Kautsar. Penurunan yang tergolong minor ini menunjukkan pergerakan yang masih dalam batas wajar, tidak mengindikasikan gejolak besar, namun cukup untuk menarik perhatian para pelaku pasar.

Kapitalisasi Pasar Tetap Solid

Di tengah koreksi tipis IHSG, kabar baik datang dari sisi kapitalisasi pasar saham. Nilai kapitalisasi pasar di BEI terpantau bertahan dan tidak mengalami perubahan dibandingkan pekan sebelumnya, tetap berada pada level solid Rp15.316 triliun. Kautsar menegaskan bahwa angka ini sama persis dengan pekan sebelumnya, menunjukkan daya tahan pasar terhadap fluktuasi jangka pendek IHSG. Stabilitas kapitalisasi pasar merupakan cerminan bahwa nilai perusahaan tercatat secara agregat masih kokoh, memberikan sinyal positif mengenai fundamental pasar modal Indonesia.

Geliat Transaksi Harian Melonjak Signifikan

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Meskipun IHSG melemah, antusiasme investor tercermin jelas dari data transaksi harian yang justru melonjak tajam. Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata volume transaksi harian Bursa, yang melesat luar biasa hingga 99,35 persen. Angka ini membengkak menjadi 53,95 miliar lembar saham dari pekan sebelumnya yang “hanya” 27,07 miliar lembar saham. Lonjakan volume transaksi hampir dua kali lipat ini mengindikasikan peningkatan aktivitas jual-beli yang sangat agresif di lantai bursa.

Fenomena peningkatan ini tidak hanya terjadi pada volume. Rata-rata nilai transaksi harian BEI juga mengalami lonjakan signifikan, meningkat 33,04 persen menjadi Rp23,34 triliun, jauh di atas angka pekan lalu yang sebesar Rp17,54 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa transaksi yang terjadi bukan hanya pada saham-saham berkapitalisasi kecil, melainkan juga melibatkan pergerakan dana yang substansial. Sejalan dengan itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 24,84 persen, mencapai 2,7 juta kali transaksi dari 2,16 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Ketiga indikator ini secara kolektif menggambarkan pasar yang sangat aktif dan likuid, didorong oleh partisipasi investor yang tinggi.

Investor Asing Mencatatkan Jual Bersih

Di tengah dinamika pasar lokal, pergerakan investor asing tetap menjadi barometer penting. Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp73,42 miliar. Angka ini menunjukkan adanya kecenderungan investor global untuk mengambil keuntungan atau melakukan penyesuaian portofolio dalam skala harian.

Secara kumulatif sepanjang tahun ini, posisi investor asing masih menunjukkan nilai jual bersih yang signifikan, mencapai Rp34,48 triliun. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini mengalami penurunan dibandingkan pekan lalu yang mencapai Rp38,33 triliun. Meskipun masih dalam zona jual bersih secara tahunan, adanya sedikit penurunan pada akumulasi net sell mengindikasikan potensi melambatnya tekanan jual dari investor asing, atau bahkan sinyal awal adanya perubahan sentimen ke arah yang lebih positif di masa mendatang.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Data-data ini secara otomatis memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan dan dinamika pasar modal Indonesia. Meskipun IHSG mencatatkan koreksi tipis, vitalitas yang terpancar dari lonjakan aktivitas transaksi harian serta stabilitas kapitalisasi pasar menjadi indikator penting bagi investor dan pelaku pasar untuk merumuskan strategi ke depan. Pemantauan terhadap pergerakan investor asing juga akan terus menjadi kunci dalam membaca arah pasar.

Sumber: IDN Times

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×