HIMBAUAN – Derbi della Mole ke-214 antara Juventus dan Torino berakhir tanpa pemenang pada laga lanjutan Liga Italia musim 2025-2026. Pertandingan yang penuh gengsi ini, menjadi bagian dari pekan ke-11 Serie A, menghasilkan skor kacamata 0-0 yang diwarnai oleh performa heroik dari kedua penjaga gawang, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB. Hasil imbang ini menyisakan beragam cerita dan implikasi bagi kedua tim sekota yang bermarkas di Turin.
Laga yang dihelat di Allianz Stadium ini, seperti derbi pada umumnya, menyajikan tensi tinggi dan duel-duel sengit. Namun, alih-alih gol, sorotan utama justru tertuju pada para tembok terakhir di bawah mistar gawang. Michele Di Gregorio, kiper Juventus, tampil solid dengan tiga penyelamatan krusial yang menjaga gawangnya tetap perawan. Di sisi lain, Alberto Paleari, penjaga gawang Torino, layak diganjar predikat Pemain Terbaik laga ini berkat enam penyelamatan gemilangnya yang berulang kali mematahkan serangan Bianconeri.
Bagi Torino, hasil imbang ini memperpanjang catatan positif mereka. Tim berjuluk Granata ini kini tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir, sebuah rekor yang impresif dan menunjukkan konsistensi. Rangkaian hasil apik ini bahkan mencakup kemenangan mengejutkan atas sang juara bertahan Serie A, Napoli, yang tentunya meningkatkan moral dan kepercayaan diri skuad. Tren positif ini menjadi modal berharga bagi Torino dalam mengarungi sisa kompetisi.
Sebaliknya, Juventus masih berkutat dalam fase transisi di bawah arahan pelatih baru, Luciano Spalletti. Hasil imbang 0-0 melawan Torino ini menjadi indikasi bahwa Bianconeri belum sepenuhnya menemukan ritme terbaik mereka. Kegagalan meraih kemenangan ini datang setelah sebelumnya Juventus juga bermain imbang 1-1 melawan Sporting CP di ajang Liga Champions pada pertengahan pekan. Periode awal kepelatihan Spalletti tampaknya masih memerlukan waktu dan adaptasi untuk membawa Juventus kembali ke jalur kemenangan yang konsisten.
Jalannya Laga: Pertarungan Taktik dan Kegagalan Eksekusi
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Juventus mengambil inisiatif untuk menguasai jalannya pertandingan. Bermain di kandang sendiri, Bianconeri berusaha menekan pertahanan Torino yang tampil dengan formasi blok rendah yang disiplin. Strategi ini membuat Juventus kesulitan menciptakan peluang bersih, memaksa mereka mencari celah di antara rapatnya lini belakang Granata.
Salah satu peluang berbahaya bagi Juventus tercipta melalui tembakan Francisco Conceicao dari sisi kanan lapangan. Tendangan kerasnya hanya meleset tipis di atas mistar gawang Alberto Paleari, membuat para suporter tuan rumah menahan napas. Paleari sendiri sudah menunjukkan kelasnya di awal laga dengan melakukan dua penyelamatan penting dalam kurun waktu setengah jam pertama, menandakan bahwa ia akan menjadi penghalang tangguh sepanjang pertandingan. Meskipun demikian, hingga 45 menit pertama berakhir, belum ada gol yang tercipta dari kedua kubu, menandakan ketatnya pertarungan taktik di lapangan.
Memasuki babak kedua, dinamika pertandingan sedikit berubah. Torino yang lebih banyak bertahan di babak pertama, mencoba lebih berani menyerang. Harapan sempat membuncah di kubu Granata ketika Giovanni Simeone berhasil membobol gawang Michele Di Gregorio hanya dua menit setelah babak kedua dimulai. Simeone berhasil menaklukkan kiper dalam situasi satu lawan satu, namun sayangnya, gol tersebut dianulir setelah wasit mengidentifikasi posisinya yang telah terlebih dahulu berada dalam posisi offside.
Michele Di Gregorio, kiper Juventus, kembali unjuk gigi di pertengahan babak kedua. Ia melakukan penyelamatan impresif dengan menepis tendangan keras Che Adams ke sisi bawah gawangnya pada sekitar menit ke-60, mencegah Torino memimpin. Tak lama berselang, giliran Alberto Paleari yang mencuri perhatian dengan serangkaian aksi heroiknya. Pertama, ia dengan sigap keluar dari sarangnya untuk menutup ruang tembak Jonathan David yang berpotensi membahayakan. Kemudian, Paleari menunjukkan refleks luar biasa dengan menahan tandukan keras Weston McKennie dari jarak dekat, sebuah penyelamatan yang bisa dibilang mengubah jalannya pertandingan.
Kontribusi vital dari kedua penjaga gawang ini secara efektif mengunci skor pertandingan pada angka 0-0. Baik Di Gregorio maupun Paleari, dengan penyelamatan-penyelamatan krusial mereka, menjadi alasan utama mengapa Derbi Turin kali ini berakhir tanpa adanya pemecah kebuntuan, menegaskan betapa berharganya peran seorang kiper dalam laga-laga besar.
LINE UP JUVENTUS vs TORINO
JUVENTUS (3-4-2-1): Michele Di Gregorio; Pierre Kalulu, Daniele Rugani (Gatti 46′), Teun Koopmeiners; Andrea Cambiaso, Manuel Locatelli (Adzic 86′), Khephren Thuram, Weston McKennie; Francisco Conceicao (Zhegrova 65′), Kenan Yildiz (Openda 84′); Dusan Vlahovic.
Pelatih: Luciano Spalletti.
TORINO (3-5-2): Alberto Paleari; Ardian Ismajli (Tameze 88′), Guillermo Maripan, Saul Coco; Marcus Pedersen, Cesare Casadei, Ivan Ilic (Aslani 46′), Nikola Vlasic (Anjorin 79′), Valentino Lazaro; Cyril Ngonge (Adams 46′), Giovanni Simeone (Zapata 79′).
Pelatih: Ivan Juric.
Sumber: Berita Sepak Bola


