Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Waskita Karya (WSKT) Targetkan Divestasi Tol di Akhir 2025 untuk Perbaiki Arus Kas

Waskita Karya (WSKT) Targetkan Divestasi Tol di Akhir 2025 untuk Perbaiki Arus Kas

HIMBAUANPT Waskita Karya Tbk (WSKT) tengah mematangkan strategi krusial demi menyehatkan kembali fundamental perseroan: divestasi aset secara masif. Raksasa konstruksi BUMN ini menargetkan proses divestasi rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2025, dengan fokus utama pada aset-aset jalan tolnya. Langkah ini menjadi penentu vital dalam upaya pemulihan keuangan perseroan.

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, atau yang akrab disapa Oho, mengungkapkan rencana strategis perseroan dalam Public Expose WSKT pada Selasa, 4 November 2025. Menurutnya, dua ruas tol vital diharapkan sudah menemukan pemilik baru sebelum penghujung tahun ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ruas Tol Cimanggis-Cibitung, yang memiliki nilai proyek mencapai Rp 3,3 triliun. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen WSKT untuk mempercepat perampingan portofolio aset demi efisiensi dan perbaikan kinerja.

Upaya divestasi ini tak berhenti di tahun 2025. Waskita menggariskan peta jalan penjualan beberapa ruas tol secara bertahap hingga tahun 2027. Langkah progresif ini ditempuh bukan tanpa alasan, melainkan untuk memperbaiki arus kas perseroan yang sempat tertekan dan sekaligus menjaga valuasi aset agar tetap optimal. Untuk tahun mendatang, beberapa aset yang masuk dalam daftar divestasi antara lain ruas Tol Pemalang-Batang dan Tol Pasuruan-Probolinggo, disusul oleh empat ruas minoritas lainnya seperti Tol Depok-Antasari. Proses pelepasan aset secara bertahap ini menunjukkan pendekatan yang terukur dan strategis.

Di tengah gencar-gencarnya upaya pelepasan aset, Waskita tetap aktif dalam penyelesaian sejumlah ruas tol yang sedang dalam masa konstruksi. Proyek-proyek strategis seperti Tol Bogor-Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan Tol Kayuagung-Betung terus dikebut penyelesaiannya. Oho menjelaskan bahwa penyelesaian proyek-proyek ini menjadi prioritas untuk mencapai konektivitas antarwilayah yang lebih baik serta, yang tak kalah penting, mendongkrak valuasi aset perseroan sebelum potensi divestasi di kemudian hari.

Selain aset jalan tol, Waskita sejatinya telah melakukan divestasi atas aset-aset lain sebelumnya. Termasuk di antaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 10 megawatt dan aset properti yang berlokasi di Bekasi. Namun, ke depan, fokus perseroan akan semakin mengerucut pada penjagaan valuasi aset-aset tol, sejalan dengan kewajiban restrukturisasi yang harus dipenuhi. Ini menandai pergeseran fokus inti bisnis Waskita dalam beberapa waktu ke depan.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Oho turut menjelaskan kondisi keuangan perseroan yang kini tanpa fasilitas kredit perbankan. Situasi ini, lanjutnya, secara signifikan membatasi ruang gerak Waskita dalam mengelola arus kas dan menjalankan langkah-langkah pemulihan keuangan. Oleh karena itu, divestasi aset jalan tol menjadi satu-satunya jalur utama yang diambil untuk memperkuat fundamental. Waskita bahkan berambisi untuk tidak lagi memiliki kepemilikan jalan tol di masa depan, menandai perubahan fundamental dalam model bisnisnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa perseroan tidak akan melakukan investasi baru. Proyek jalan tol yang saat ini tengah dikerjakan adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah berjalan dan ditargetkan akan segera rampung. Ini menandai pergeseran paradigma bisnis Waskita Karya menuju model yang lebih ramping dan berfokus pada penyelesaian komitmen eksisting, serta meninggalkan ekspansi investasi baru hingga kondisi keuangan benar-benar pulih dan stabil.

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×