Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Laba Naik! Target Harga Saham KEJU Mulia Boga Melonjak

Laba Naik! Target Harga Saham KEJU Mulia Boga Melonjak

HIMBAUAN JAKARTA. Kabar menggembirakan datang dari PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), emiten produsen keju terkemuka. Kinerja keuangan perusahaan ini pada kuartal III tahun ini berhasil melampaui ekspektasi pasar secara signifikan. Capaian luar biasa ini tak lepas dari kontribusi pertumbuhan penjualan yang sangat kuat, dibarengi dengan strategi ekspansi margin laba yang efektif. Perkembangan positif ini sontak menarik perhatian para pelaku pasar dan analis, mengukuhkan prospek cerah bagi perjalanan saham KEJU ke depan.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama, dalam riset terbarunya yang diterbitkan pada 29 Oktober, secara tegas menyatakan keyakinannya bahwa harga saham KEJU akan terus melaju di masa mendatang. Momentum positif ini mendorongnya untuk menaikkan target harga saham KEJU secara substansial menjadi Rp 850 per lembar. Angka target ini merepresentasikan kenaikan sekitar 21 persen dari proyeksi sebelumnya, sebuah sinyal kuat akan potensi apresiasi nilai saham. Sejalan dengan optimismenya, Goutama pun mempertahankan rekomendasi ‘beli’ (buy) untuk saham perusahaan ini, menggarisbawahi kepercayaan penuh pada fundamental dan prospek pertumbuhan KEJU.

Meskipun sentimen pasar secara umum positif, pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Oktober, harga saham KEJU tercatat ditutup melemah tipis 0,68% di level Rp 725 per saham. Fluktuasi minor ini dianggap sebagai dinamika pasar biasa dan tidak mengurangi keyakinan para analis terhadap potensi jangka panjang saham ini.

Mencermati Pergerakan Harga & Kinerja Keuangan Emiten LQ45, Ini Rekomendasinya

Performa finansial yang impresif Mulia Boga Raya tercermin jelas dari laba bersih yang berhasil diraih. Pada periode Januari hingga September 2025, laba bersih KEJU melesat hingga mencapai Rp 148 miliar. Angka fantastis ini jauh di atas perkiraan pasar yang ada, bahkan melampaui target tahunan Maybank Sekuritas Indonesia sebesar 97% dan konsensus analis sebesar 87%. Pencapaian ini menegaskan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profitabilitas yang superior dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Coretax DJP: Serah Terima dari Vendor 15 Desember!

Tidak hanya laba bersih, pertumbuhan laba per saham (EPS) juga mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan, mencapai 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini jauh melampaui estimasi Maybank Sekuritas Indonesia yang hanya memperkirakan kenaikan 4%, serta panduan manajemen yang berada di kisaran 10% hingga 15%. Peningkatan EPS yang dramatis ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertumbuh dari sisi pendapatan, tetapi juga berhasil meningkatkan efisiensi operasionalnya, yang pada akhirnya menguntungkan setiap pemegang saham.

Sejalan dengan kinerja laba yang cemerlang, pendapatan KEJU dalam sembilan bulan pertama tahun ini turut meningkat signifikan, mencapai Rp 1,09 triliun. Angka ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 18% secara tahunan. Kinerja gemilang ini adalah buah dari kombinasi beberapa faktor krusial: permintaan produk yang kuat dan berkelanjutan dari konsumen, strategi ekspansi bisnis yang agresif menjangkau pasar-pasar baru, serta inovasi produk yang tiada henti. Upaya-upaya ini dilakukan di tengah dinamika pasar keju Indonesia yang terus menunjukkan tren pertumbuhan pesat, menempatkan KEJU di posisi terdepan untuk meraih peluang.

Menariknya, pada kuartal III 2025, PT Mulia Boga Raya Tbk berhasil mencatatkan rekor baru dalam sejarah operasionalnya. Pada periode tersebut, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 56 miliar, sebuah peningkatan fantastis sebesar 57% dibanding kuartal sebelumnya (QoQ) dan 20% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY). Di samping itu, penjualan pada kuartal yang sama juga menembus angka Rp 407 miliar, tumbuh masing-masing 30% secara kuartalan dan 23% secara tahunan. Aspek paling krusial dari pertumbuhan ini adalah bahwa seluruh kenaikan penjualan sepenuhnya berasal dari peningkatan volume penjualan, tanpa adanya kenaikan harga jual. Hal ini secara gamblang menunjukkan peningkatan permintaan produk KEJU yang masif di seluruh kategori, dari konsumen rumahan hingga industri.

Menurut Willy Goutama, kondisi tersebut sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa Mulia Boga Raya berhasil memperluas pangsa pasarnya secara efektif. Keberhasilan ini semakin menonjol mengingat para pesaing di industri yang sama masih kesulitan untuk menandingi performa superior yang ditunjukkan oleh KEJU. Agresivitas dan strategi adaptif perusahaan dalam menggarap pasar terbukti membuahkan hasil optimal, menciptakan jarak yang signifikan dengan kompetitor.

Melihat hasil yang sangat positif ini, Willy Goutama tak ragu untuk menaikkan proyeksi kinerja keuangan KEJU untuk beberapa tahun ke depan. Laba bersih perusahaan diperkirakan akan mencapai Rp 189 miliar pada tahun 2025, sebuah peningkatan sebesar 23% dibanding perkiraan sebelumnya. Selanjutnya, laba bersih diproyeksikan terus tumbuh menjadi Rp 217 miliar pada tahun 2026 dan menembus Rp 273 miliar pada tahun 2027. Dengan proyeksi pertumbuhan laba per saham (EPS) rata-rata tahunan mencapai 23% dalam periode 2024–2027, KEJU dipandang masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat kuat dan berkelanjutan, menjadikannya pilihan investasi yang menarik.

Pollux Hotels Terbitkan Obligasi Keberlanjutan Rp500 M

Kinerja Indomobil (IMAS) Makin Ngebut, Cermati Prospek dan Rekomendasi Sahamnya

Selain prospek pertumbuhan laba yang solid, perusahaan ini juga diperkirakan mampu memberikan imbal hasil dividen yang menarik bagi para pemegang saham. Proyeksi dividen menunjukkan angka masing-masing sebesar 3,3% untuk tahun 2025, 3,8% untuk tahun 2026, dan bahkan mencapai 5,1% untuk tahun 2027. Potensi imbal hasil dividen yang progresif ini menambah daya tarik saham KEJU sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya menawarkan pertumbuhan modal, tetapi juga aliran pendapatan pasif.

Optimisme yang kuat terhadap prospek saham KEJU juga mendorong kenaikan valuasi target PER (Price-to-Earnings Ratio) untuk tahun 2026 menjadi 22,1 kali, meningkat dari sebelumnya 20,1 kali. Revisi ini mencerminkan valuasi yang setara dengan satu standar deviasi di atas rata-rata PER tiga tahun terakhir perusahaan, mengindikasikan bahwa pasar bersedia memberikan premi lebih tinggi atas pertumbuhan dan stabilitas KEJU. “Dengan demikian, target harga saham pun direvisi naik menjadi Rp 850 per saham,” tegas Willy, mengukuhkan posisinya terhadap potensi apresiasi saham ini.

Meski demikian, sebagai analis yang komprehensif, Willy Goutama tetap mengingatkan para investor untuk mewaspadai beberapa risiko yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja KEJU. Risiko-risiko tersebut meliputi potensi margin laba yang tidak sesuai harapan akibat tekanan biaya atau persaingan, pelemahan nilai tukar rupiah yang signifikan yang dapat mempengaruhi biaya bahan baku impor, serta likuiditas saham yang relatif rendah di pasar yang dapat mempengaruhi kemudahan transaksi.

Namun secara keseluruhan, terlepas dari potensi risiko yang ada, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dinilai masih berada di jalur pertumbuhan yang sangat solid. Fondasi kuat ini didukung oleh berbagai pilar strategis, seperti kekuatan merek yang telah dikenal luas oleh konsumen, inovasi produk yang berkelanjutan untuk memenuhi selera pasar, serta kemampuan perusahaan yang terbukti dalam mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika pasar yang kompetitif dan penuh tantangan. Dengan demikian, prospek jangka panjang KEJU tetap terlihat cerah di mata para analis dan investor.

Wall Street Reli: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga?

Sumber: Kontan.co.id

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×