Olahraga
Beranda / Olahraga / Leong Jun Hao Terpuruk: Jonassen Frustrasi?

Leong Jun Hao Terpuruk: Jonassen Frustrasi?


HIMBAUAN – Direktur Kepelatihan sektor tunggal Malaysia, Kenneth Jonassen, melontarkan kritik pedas terhadap pebulu tangkis andalan pelatnas Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Leong Jun Hao. Jonassen menyoroti performa yang belum konsisten dan masalah kebugaran fisik sang atlet, yang dinilai belum berada pada level yang diharapkan.

Tekanan besar kini berada di pundak Leong Jun Hao. Pasca-mundurnya Lee Zii Jia dari pelatnas dan cederanya Ng Tze Yong, ia kini menyandang status sebagai tumpuan baru bagi sektor tunggal putra Malaysia. Ekspektasi untuknya untuk segera menunjukkan penampilan positif yang konsisten sayangnya belum terwujud, memicu kekecewaan dari jajaran pelatih.

Rangkaian hasil buruk menghiasi catatan Leong Jun Hao dalam lima turnamen terakhir yang ia ikuti. Pebulu tangkis muda Negeri Jiran itu secara berturut-turut gagal melaju lebih jauh dari babak 32 besar. Puncaknya terjadi pekan ini, saat ia harus menelan kekalahan pahit di turnamen Hylo Open 2025 yang berlangsung di Jerman. Dalam pertandingan tersebut, Leong tumbang di tangan wakil non-unggulan India, S. Sankar Muthusamy Subramanian, setelah melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor akhir 14-21, 21-18, 16-21. Kekalahan ini menjadi sorotan tajam, mengingat posisinya sebagai tumpuan harapan.

Kekecewaan Kenneth Jonassen, Direktur Kepelatihan BAM untuk sektor tunggal, tidak dapat dibendung usai kekalahan tersebut. Pelatih berkebangsaan Jerman ini secara eksplisit menyoroti kurangnya konsistensi dalam permainan Leong Jun Hao, yang seringkali diikuti oleh kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Selain itu, kondisi fisik Leong juga menjadi kendala serius yang diidentifikasi oleh Jonassen, sebuah faktor krusial dalam persaingan ketat di level internasional.

Menjelaskan lebih lanjut, Jonassen mengungkapkan, “Hasil dan penampilannya memang mengecewakan, tetapi ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga akhir. Namun, hal itu jelas menunjukkan ketidakkonsistenannya dan banyaknya kesalahan sendiri yang ia buat, bahkan ketika berada di posisi menyerang.” Ia juga menambahkan, “Dari segi kebugaran secara keseluruhan, dia masih belum berada di level yang dibutuhkan, dan lawan-lawannya menyadari hal ini dan memanfaatkannya.”

Erick Thohir: Industri Olahraga Jadi Mesin Ekonomi Baru?

Jonassen menekankan pentingnya performa maksimal saat menghadapi lawan-lawan tangguh. “Di Denmark dan Prancis Terbuka, kami menghadapi lawan kelas dunia, dan untuk tetap kompetitif di level tersebut, para pemain harus tampil maksimal. Namun, pertandingan hari ini (di Hylo Terbuka) menyoroti masalah utama yang saya perhatikan selama 10 bulan terakhir, yaitu ketidakkonsistenan,” ujarnya. Dengan nada tegas, Jonassen menyimpulkan, “Yang bisa saya katakan adalah Jun Hao tidak lulus ujian selama tiga minggu terakhir.”

Kini, rangkaian tur Eropa Leong Jun Hao telah usai. Ia memiliki waktu kurang dari dua minggu untuk segera berbenah dan meningkatkan kualitas permainannya. Mengingat, Leong kemungkinan besar akan kembali turun ke lapangan untuk bertarung di Kumamoto Masters 2025 di Jepang, turnamen yang dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 11 November mendatang. Pertandingan ini akan menjadi ujian penting berikutnya bagi Leong untuk membuktikan bahwa ia mampu menjawab kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Facebook Comments Box

POPULER





Januari 2026
SSRKJSM
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
×
×