HIMBAUAN – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal dengan kode emiten TLKM, melaporkan kinerja keuangan yang terkoreksi signifikan hingga kuartal III tahun 2025. Perusahaan telekomunikasi plat merah ini membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk sebesar Rp 15,7 triliun. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 10,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni kuartal III 2024, yang kala itu mencapai Rp 17,6 triliun.
Penurunan laba ini tidak terlepas dari perolehan pendapatan konsolidasi perseroan. Berdasarkan laporan keuangan resmi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 30 Oktober 2025, Telkom mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 109,6 triliun. Capaian ini juga menunjukkan adanya koreksi dari Rp 112,2 triliun yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu. Indikasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi Telkom dalam mempertahankan pertumbuhan top-line di tengah dinamika pasar yang kompetitif.
Menilik lebih jauh pada posisi neraca perusahaan, TLKM tercatat memiliki total aset yang solid sebesar Rp 291,8 triliun hingga tanggal 30 September 2025. Struktur aset ini terdiri dari aset lancar senilai Rp 58,4 triliun, yang mencakup kas dan setara kas serta piutang yang diharapkan dapat dicairkan dalam waktu satu tahun, serta aset tidak lancar sebesar Rp 233,4 triliun, yang meliputi investasi jangka panjang, properti, pabrik, dan peralatan. Angka ini menggambarkan kapasitas operasional dan investasi jangka panjang perusahaan.
Di sisi lain, komposisi liabilitas (kewajiban) TLKM per 30 September 2025 mencapai Rp 136,8 triliun. Liabilitas ini terbagi menjadi dua kategori utama: liabilitas jangka pendek sebesar Rp 75,6 triliun yang harus dipenuhi dalam waktu satu tahun, dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 61,2 triliun yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Sementara itu, ekuitas atau modal pemegang saham Telkom tercatat sebesar Rp 155 triliun, menunjukkan nilai bersih perusahaan setelah dikurangi seluruh kewajibannya.
Sebagai perbandingan dan untuk memberikan konteks kinerja yang lebih luas, laporan juga merinci performa Telkom sepanjang tahun fiskal 2024. Pada tahun tersebut, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 23 triliun. Angka ini sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 2023, di mana laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 24 triliun. Meskipun terdapat sedikit koreksi laba, Telkom berhasil menunjukkan pertumbuhan pada beberapa metrik penting lainnya.
Sepanjang tahun 2024, Telkom berhasil meningkatkan nilai asetnya menjadi Rp 299 triliun, tumbuh dari Rp 287 triliun pada tahun 2023. Peningkatan aset ini mengindikasikan ekspansi dan investasi yang dilakukan perusahaan. Bersamaan dengan itu, total liabilitas Telkom pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 137,2 triliun, juga meningkat dari Rp 130,4 triliun pada tahun 2023. Meskipun liabilitas bertambah, ekuitas Telkom juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat, naik menjadi Rp 162,5 triliun pada tahun 2024 dari Rp 156,5 triliun pada tahun 2023. Pergerakan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekuitas sejalan dengan peningkatan nilai perusahaan.
Kinerja keuangan Telkom, baik di kuartal III 2025 maupun sepanjang tahun 2024, menjadi sorotan utama bagi investor dan pelaku pasar. Fluktuasi pada laba bersih dan pendapatan akan terus dicermati sebagai indikator kesehatan operasional perusahaan, sementara perubahan pada aset, liabilitas, dan ekuitas akan memberikan gambaran komprehensif mengenai posisi finansial TLKM di tengah persaingan industri telekomunikasi yang dinamis.
Sumber data keuangan: IDX.co.id
Baca Juga: KASBI: 1.800 Pekerja Pabrik Sepatu Nike di Tangerang Kena PHK


